Jumat, 13 Oktober 2017

Pendeteksian Serangan DDoS Menggunakan IDS "Intrusion Detection System"

DDoS merupakan salah satu jenis serangan Denial of Service yang menggunakan banyak host penyerang (baik itu menggunakan komputer yang didedikasikan untuk melakukan penyerangan atau komputer yang "dipaksa" menjadi zombie) untuk menyerang satu buah host target dalam sebuah jaringan. Atau sebuah usaha untuk membuat suatu sumber daya komputer menjadi tidak bisa dipakai oleh user-nya, dengan menggunakan ribuan zombie system yang ‘menyerang’ secara bersamaan. Tujuannya negatif, yakni agar sebuah website atau layanan online tidak bisa bekerja dengan efisien atau bahkan mati sama sekali, untuk sementara waktu atau selama-lamanya, dan Ddos merupakan salah satu model dari DoS (Denial of Service).
No
Jenis
Serangan
Dampak Serangan
Lapisan Yang
Diserang
Penjelasan
1
TCP-SYN Attack
Penipisan Sumber Daya
Transport Layer
Serangan TCP-SYN ini pertama kali muncul pada tahun 1996. Serangan yang memanfaatkan kelemahan protokol pada saat terjadinya proses handshake. Saat dua buah komputer memutuskan untuk memulai melakukan komunikasi maka komputer pengirim (penyerang) akan mengirimkan syn, penerima (target) pun akan menjawab dengan mengirimkan syn ack kepada komputer pengirim
2
UDP Flood Attack
Penipisan Bandwitch
Transport Layer
Serangan UDP ini memanfaatkan protokol UDP yang bersifat connectionless untuk menyerang target. Karena sifatnya itulah UDP flood cukup mudah untuk dilakukan. Sejumlah paket data yang besar dikirimkan begitu saja kepada korban dan serangan ini merupakan serangan yang sangat begitu mematikan
3
ICMP Flood Attack
Penipisan Bandwitch
Network Layer
menggambarkan banjir ICMP menyerang. ICMP ECHO paket REQUEST banjir sistem korban yaitu mengirim paket secepat mungkin tanpa menunggu balasan. Oleh karena itu , jenuh bandwidth korban koneksi jaringan

4
PUSH+ACK Attack
Penipisan Sumber Daya
Transport Layer
Dalam serangan beberapa ini agen mengirim paket TCP ke sistem korban dengan PUSH dan ACK bit set ke nol. Oleh karena itu , korban membongkar semua data pada TCP penyangga yang mengarah ke sistem crash
5
Ping of Death
Penipisan Sumber Daya
Network Layer
Serangan ini di dilancarkan dengan menggunakan utility ping pada sebuah sistem operasi. Ping biasanya digunakan untuk memeriksa keberadaan sebuah host. Atau alamat IP dari sebuah website, tetapi ping ini bisi membuat sebuah website down
6
Smurf Attack
Penipisan Bandwitch
Network Layer
Merupakan penyerangan dengan memanfaatkan ICMP echo request yang sering digunakan pada saat membroadcat identitas kepada broacast address dalam sebuah network
7
HTTP Flood Attack
Penipisan Sumber Daya
Application Layer
Serangan ini menggunakan HTTP GET atau permintaan POST untuk memblokir sumber daya web server atau aplikasi . Untuk Misalnya , permintaan untuk men-download file besar dari bot ke server dapat signifikan mengkonsumsi sumber korban

8
Fraggle Attack
Penipisan Bandwitch
Transport Layer
Menggunakan metode serangan yang serupa dengan Smurf Attack, yang membedakannya paket yang dikirimkan yaitu Protokol User Datagram Protocol (UDP)
9
ARP Poisoning
Penipisan Sumber Daya
Network Layer Dan Data Link
Resolusi alamat Protocol ( ARP ) Spoofing Serangan dilakukan ketika penyerang mengirimkan ARP palsu paket ke gateway menginformasikan bahwa yang MAC alamat harus terkait dengan target Alamat IP. Oleh karena itu, memungkinkan penyerang untuk menjatuhkan atau tidak meneruskan paket ke tempat tujuan

IDS (Intrusion Detection System) adalah sebuah aplikasi perangkat lunak atau perangkat keras yang dapat mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah sistem atau jaringan. IDS digunakan untuk mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah sistem atau jaringan. Intrusion adalah aktivitas tidak sah atau tidak diinginkan yang mengganggu konfidensialitas, integritas dan atau ketersediaan dari informasi yang terdapat di sebuah sistem. IDS akan memonitor lalulintas data pada sebuah jaringan atau mengambil data dari berkas log. IDS akan menganalisa dan dengan algoritma tertentu akan memutuskan untuk memberi peringatan kepada seorang administrator jaringan atau tidak.
Pada umumnya, IDS mempunyai sifat – sifat sebagai berikut :
a.      Suitability
     Aplikasi IDS yang cenderung focus pada skema manajemen dan arsitektur jaringan yang dihadapkannya.
b.      Flexibility
    Aplikasi IDS yang mampu beradaptasi dengan spesifikasi jaringan yang akan dideteksi oleh aplikasi tersebut.
c.      Protection
   Aplikasi IDS yang secara ketat memproteksi gangguan yang sifatnya utama dan berbahaya
d.      Interoperability
    Aplikasi IDS yang secara umum mampu beroperasi secara baik dengan perangkat-perangkat keamanan jaringan serta manajemen jaringan lainnya
e.      Comprehensiveness
  Kelengkapan yang dimiliki oleh aplikasi IDS ini mampu melakukan sistem pendeteksian secara menyeluruh seperti pemblokiran semua yang berbentuk Java Applet, memonitor isi dari suatu email
f.       Event Management
     Konsep IDS yang mampu melakukan proses manajemen suatu jaringan serta proses pelaporan pada saat dilakukan setiap pelacakan, bahkan aplikasi ini mampu melakukan updating pada sistem basis data pola suatu gangguan.
g.      Active Response
      Pendeteksi gangguan ini mampu secara cepat untuk mengkonfigurasi saat munculnya suatu gangguan, biasanya aplikasi ini berintegrasi dengan aplikasi lainnya seperti aplikasi Firewall serta aplikasi IDS ini dapat mengkonfigurasi ulang spesifikasi router pada jaringannya
h.      Support
    Lebih bersifat mendukung pada suatu jenis produk apabila diintegrasikan dengan aplikasi lain. 

Gambar 1-1 Snort Mendeteksi Belum Adanya Serangan DDoS 


Gambar 1-2 Snort Mendeteksi Adanya Serangan DDoS Dengan Type Paket UDP 

Pendeteksian Serangan DDoS Menggunakan IDS "Intrusion Detection System"

DDoS merupakan salah satu jenis serangan  Denial of Service  yang menggunakan banyak host penyerang (baik itu menggunakan komputer yang did...